Penguatan Tenaga Kesehatan Profesional di Era Globalisasi, HAKLI Provinsi Lantik Pengurus HAKLI Kota Batam Tahun 2017-2022

Myplaceindonesia.id.Batam– HAKLI kota Batam melakukan seminar Nasional di aula gedung Bapelkes Marina batam minggu 26 November 2017, dengan tema penguatan tenaga kesehatan yang profesional di era globalisasi.
Dalam acara ini dihadiri oleh Kepala Badan PPSDM Usman Sumantri, Prof.Dr.H. Arif Sumantri, SKM.M.Kes, Ketua HAKLI Pusat, Ketua HAKLI Kepri, Ketua DPC HAKLI, kepala Bapelkes Kepri, Kepala Bepelkes Batam, IdIKepri, kepala Dinas kesehatan kota Batam, panglima gagak, mahasiswa/i Poltekkes Ibnusina kota Batam.

Prof.Dr.H. Arif Sumantri,SKM.M.Kes Mengatakan lingkungan sudah mengalami perubahan kalau dulu ekosistem itu bisa berubah atau tidak berubah karena manusia, tetapi sekarang bisa dipengaruhi oleh teknologi oleh karena itu kurikulum bukan hanya berbicara tentang sanitasi air minum tapi bagaimana atribut dari produk bisa memiliki keterampilan kepada masyarakat yang akan menghadapi era milinea.

Kita melihat masyarakat banyak tidak memiliki kesiapan masuk ke milinea akibat karena kemiskinan, dan kesejahteraan oleh karena itu masyarakat perlu diwakili dirawat dengan awal tentang bagaimana untuk bisa menyadari menyadari tentang pentingnya pemahaman masalah air , melindungi air, serta bagaimana pentingnya sampah dengan mereka juga memahami bahwa sampah sumber penyakit.

Kita bukan menceritakan tentang masa lalu, tapi kita menjadikan masa lalu sebuah pertimbangan untuk yang akan datang dengan perubahan, dimana masyarakat milenia apapun tingkatnya baik kemiskinan, atau kesejahteraannya tetapi substansinya mereka sudah melek dengan teknologi, misalnya kita sudah tidak lagi akan menanyakan alamatnya, dimana rumahnya cukup dengan menggunakan GPS atau menggunakan aplikasi bisa mengetahui lokasinya imbuhnya.

Ketua HAKLI pusat Bambang Kisworo mengatakan ” saat ini kita sudah masuk ke abad global MEA, semua di MEA sudah sepakat saling mengisi, Untuk kesehatan kita sudah membekali tenaga kesehatan lingkungan bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, sesuatu yang tidak mungkin tenaga kesehatan luar yang datang kesini sebagai tenaga kesehatan misala dari malasyia atau singapur , kita harus lebih baik dari negara lain, karena yang tau wilayah kita adalah kita sendiri” .

Target kami ya agar menjadi lebih baik lagi, dan kami juga sudah sampaikan ke Bu Mentri kesehatan agar sanitarian kesehatan lingkungan harus kita benahi dulu dengan mengisi dari tenaga kita sendiri, dan secara organisasi kita selalu berkonsolidasi berkomunikasi untuk meningkatkan kemampuan, profesional, kompentensinya supaya bisa mengikuti perkembangan perubahan secara global maupun regional terangnya.

Sanitasi lingkungan ini ada yang masih bersifat dasar dan ada yang sudah berkembang maju seperti resort wisata, resort industri dan sebagainya itu semuanya itu garapan kita, disini kita harus punya ciri khas, istilahnya moderen res dan tradisional res yaitu resiko modern dan resiko tradisional.

Kepulauan Riau ini sebagai pintu gerbang republik kita memiliki semua resiko itu, oleh karena itu mari kita dukung Kepri ini supaya teman teman mampu menghadapi tantangan itu semua dan menjadikan ini sebagai peluang bagi profesi kesehatan lingkungan.
Harapan saya agar segera di bentuk HAKLI diseluruh kabupaten dan kota dan perkuat organisasi ini sehingga kita mempunyai bargaining untuk memberikan masukan pada pemerintah, melakukan kritik yang membangun serta menyampaikan kepada dunia usaha bahwa pentingnya kesehatan lingkungan agar bisa menjaga keseimbangan lingkungan sehingga tidak menimbulkan dampak resiko buruk bagi kesehatan masyarakat.
Ketua HKLI Kepri sudiunega mengatakan Karimun dan lingga sudah terbentuk tapi belum kita Lantik, kita mengharapkan dengan HAKLI kita semakin peduli terhadap lingkungan, jadi kita membuat seminar tentang penguatan tenaga kesehatan yang mengundang langsung prof Dr Arif Soemantri dan kepala Badan agar kita bisa mendapatkan input bagi adek adek kita yang di tengah kesehatan agar lebih memahami sebenarnya mereka kemana arahnya setelah tamat, akan kerja dimana atau akan mengembangkan kemana, saat ini perubahan globalisasi Sangat pesat sementara profesi lain ada yang hampir sama dan kita lebih kepada sanitasi lingkungan dan kita berharap bagi adek adek yang sekolah di lingkungan yang ada di Poltekkes Ibnusina terbuka wawasannya.
Saat ini HAKLI baru terbentuk di Provinsi Kepri dan Batam oleh karena itu kita akan secepatnya untuk melantik di daerah kabupaten lainnya.

Kita menyerahkan kepada kabupaten kota karena mereka mempunyai SDM masing masing, kita sudah memberikan surat agar setiap daerah bisa di bentuk. Untuk saat ini program kita di pembinaan, kerjasama dan komunikasi terangnya.
Ketua HAKLI Batam Ahmadi, mengatakan kita di provinsi Kepri khususnya batam kita bertekad organisasi profesi HAKLI ini menjadi sebagai wadah para anggotanya, khususnya kesehatan lingkungan sehingga lebih mudah mendapatkan akses, informasi tentang administrasi profesi kita, baik surat tanda Registrasi dan kedepannya kita akan membuat kartu anggota profesi kesehatan kota Batam juga bertekad akan menjadi wadah untuk anggota HAKLI Batam yang terdaftar ataupun tenaga kesehatan lingkungan yang terdaftar, menjadi tempat berdiskusi, berkumpul dan Bersama sama memberikan informasi tentang isu isu terkini tentang penyakit berbasis kesehatan lingkungan yang juga memberikan solusi sehingga bisa memberikan pengabdian profesi kita untuk kota Batam khususnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar